SEJUMLAH
pengelola KSU Baitul Qiradh Baiturrahman (BQB) melakukan studi banding untuk
sharing pengalaman dalam pengelolaan keuangan berbasis syariah ke BMT Bina
Ihsanul Fikri (BIF) Yogyakarta, 3 - 6 November 2016. Rombongan disambut dengan
kekeluargaan oleh Direktur BIF Muhammad Ridwan SE, MA dan Manager Supriadi.
Selain pertemuan di kantor BIF, beberapa pengelola BQB juga bekesempatan meninjau
langsung ke beberapa nasabah di pasar setempat.
Tujuan kunjungan menurut Direktur
BQB Eko Wahyudi, SE adalah untuk menimba pengalaman dan belajar manajemen keuangan,
administrasi termasuk marketing sehingga akan berdampak positip dalam
pengelolaan BQB ke depan.
Basri A. Bakar, mewakili Pengurus
yang ikut dalam rombongan tersebut menjelaskan kepada pengurus BIF Yogya
tentang sejarah ringkas BQB yang diresmikan pertama kali oleh BJ Habibie selaku
ketua umum ICMI pada 8 Juli 1995.
Dalam perjalanannya, BQB ikut terkena
ekses tsunami 2004 dengan kerugian hampir 100 juta. Namun setahun setelah tsunami,
berkat suntikan dana dari Baznas melalui ibu Wakil Presiden Hj. Mufida Jusuf Kalla, BQB
mampu bangkit kembali melayani pembiayaan bagi masyarakat ekonomi lemah.
Saat ini KSU Syariah Baiturahman telah
memiliki tiga kantor yakni Masjid Raya Baiturrahman (kantor pusat) dan dua cabang
(Ulee Karengdan Sukadamai). Jumlah nasabah hingga tahun 2016 tercatat 5.663
orang dengan jumlah simpanan Rp 8 milyar lebih. (basri)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar